Kategori
Uncategorized

Kreativitas Sangat Penting Untuk usia Muda

Tidak dapat disangkal fakta bahwa seni adalah elemen penting bagi masyarakat kita. Ini membantu kita mengekspresikan diri, memberi kita ketenangan pikiran, dan bahkan dapat menjadi terapi. Namun, setiap orang memiliki preferensi yang berbeda dalam hal seni yang mereka buat.

Salah satu gaya yang paling umum adalah grafiti, yang telah menjadi tren yang lebih besar di Indonesia berkat Art Jam tahunan Jakarta. Tahun ini, acara kembali digelar di kawasan Puncak di Jakarta Barat dimana para seniman grafiti dari seluruh Indonesia berkumpul untuk melukis beberapa dinding. Seperti biasa, acara ini gratis dan terbuka untuk segala usia; mudah bagi siapa saja untuk berjalan dan menyelesaikan karya seni mereka sendiri.

Kreativitas Sangat Penting

Meskipun tidak dapat disangkal bahwa sebagian besar seniman grafiti adalah orang dewasa muda (atau kadang-kadang bahkan remaja), kami terkejut dengan banyaknya anak-anak muda http://judislot.digital/ yang hadir di acara tersebut. Mungkin karena gratis dan orang tua mereka tidak keberatan mereka membuat karya seni mereka sendiri, banyak anak-anak dari segala usia bekerja keras membuat karya mereka sendiri.

Di luar, beberapa seniman jalanan juga mulai melukis; pisau lipat berbakat melakukan beberapa pekerjaan cepat pada karya seni yang ada sebelum melanjutkan untuk membuat beberapa karya baru.

Namun, tidak semua orang bisa mengikuti acara Art Jam tahun ini. Pekan ini, 22 seniman asal Yogyakarta ditolak masuk ke Jakarta setelah ditolak Kementerian Luar Negeri RI karena mencantumkan kata ‘graffiti’ di nama mereka.

“Kementerian Luar Negeri mendiskriminasi seniman lokal,” kata seniman jalanan asal Yogyakarta Angga Yudha. “Mereka ingin mendorong seniman asing untuk datang ke sini, tetapi hanya pemerintah nasional yang dapat menyediakan ini.”

Meski bukan artis asing, mereka punya gaya tersendiri. Di Indonesia, seni ini biasa disebut street art––sebuah situs slot online resmi gaya seni yang melibatkan pengecatan pada bangunan, dinding, dan tempat umum lainnya tanpa menggunakan cat. Seni jalanan paling sering dikaitkan dengan lukisan semprot, tetapi juga dapat melibatkan teknik lain seperti stensil, spidol, dan bahkan cat akrilik.
“Mereka bilang kami tidak bisa datang karena ada kata ‘graffiti’ di nama kami,” tambah Angga. “Tapi kalau melihat website pemerintah Indonesia, ada artis yang namanya terdaftar di grafiti.”

Para seniman siap untuk melakukan perjalanan ke Jakarta dan memamerkan karya mereka setelah diundang oleh pendiri Art Jam, Tato Yazid. Namun, penyelenggara acara menerima surat dari Kementerian Luar Negeri minggu lalu yang memberi tahu mereka bahwa kementerian tidak akan memberikan visa kepada seniman jalanan yang berbasis di Yogyakarta.